Prinsip-Prinsip Perubahan dalam Pendidikan

Kalau kita berbicara tentang inovasi pendidikan, kita berbicara tentang perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang tak terhindarkan pada kehidupan yang berkembang sangat pesat sekarang ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. Dengan kemajuan iptek tersebut, pendidikan juga ikut berubah. Kita harus mengubah orientasi pendidikan kita yaitu pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang mampu menyatu dengan lingkungan yang terus berubah, dan bukan sebaliknya, yaitu memisahkan manusia dengan lingkungannya.

Inovasi pendidikan dapat dibagi menjadi dua yaitu dalam bentuk produk dan proses. Inovasi dalam bentuk produk dapat berupa komputer, laboratorium bahasa, materi kurikulum baru, serta media dan alat peraga pendidikan. Inovasi dalam bentuk proses seperti filsafat pendidikan konstruktivis, pembelajaran kontekstual, pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, dan pembelajaran kooperatif. Implementasi pendidikan matematika realistik di Indonesia dapat dipandang sebagai suatu inovasi pendidikan yang menyangkut produk dan proses, karena berhubungan dengan pengembangan dan penggunaan kurikulum baru, dan perubahan praktik pembelajaran matematika di sekolah.

Sesungguhnya, tidak ada orang yang menyukai perubahan. Inovasi sering disikapi dengan resistensi (penolakan). Sebab dengan diperkenalkannya inovasi, berarti kita harus meninggalkan kebiasaan, cara, metode, strategi, pendekatan, model, dan teknik lama, yang kita sudah familiar dan sangat terampil menggunakannya. Inovasi pendidikan sering kali menimbulkan rasa sakit dan kepedihan, terutama apabila kebiasaan lama yang sudah kita jalankan itu dirasakan cukup efektif dan berhasil dalam mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Walaupun demikian, karena perubahan tersebut tidak terhindarkan, maka kita tidak harus kari dari kenyataan. Tentu kita harus menyikapi perubahan dan inovasi secara positif. Untuk memahami perubahan secara lebih bijaksana, kita perlu mengenal prinsip-prinsip perubahan sebagaimana dikemukakan oleh Hall dan Hord (2002) sebagai berikut:

  1. Perubahan adalah proses, tidak sekali jadi;
  2. Terdapat perbedaan signifikan antara pengembangan dan implementasi inovasi;
  3. Sebuah organisasi tidak akan bisa berubah sampai individu-individu dalam organisasi tersebut berubah;
  4. Inovasi terjadi dalam ukuran berbeda;
  5. Intervensi adalah tindakan dan kejadian yang merupakan kunci sukses proses perubahan;
  6. Top-down dan buttom-up dapat digunakan, namun perspektif horizontal adalah yang terbaik;
  7. Dalam jangka panjang diperlukan komitmen dari pimpinan;
  8. Pemberian mandat;
  9. Sekolah adalah satuan perubahan yang pertama;
  10. Perubahan merupakan usaha bersama (team-effort);
  11. Intervensi yang baik mengurangi penolakan tergadap perubahan; dan
  12. Konteks sekolah mempengaruhi perubahan.

Sehubungan dengan implementasi PMRI, Hoogland (2004) mengemukakan lima faktor (critical success factors) yang menentukan keberhasilan implementasi, yaitu:

1. Jika benar bahwa perubahan pendidikan adalah perubahan aktivitas di kelas, maka implementasi harus dimulai pada:

  • Kegiatan kelas
  • Interaksi antara guru dan siswa
  • Kerjasama antara guru dan kepala sekolah

2. Kita dapat memberikan jawaban yang tegas terhadap pertanyaan: Siapa pemilim perubahan (the owner of the change)?

Orangtua, para siswa, guru, kepala sekolah, matematikawan, dosen matematika, pengembang pendidikan, depdiknas?

3. Kerjasama seluruh stake-holder

  • Peranan critical mass
  • Ada kelompok orang yang menolak implementasi yang harus ditanggapi secara bijaksana dan efektif.

4. Jika benar bahwa matematika merupakan aktivitas insani, maka matematika di pendidikan dasar harus merupakan kegiatan anak (a child activity). Bermain (playing) adalah kegiatan alamiah anak-anak, dan rasa ingin tahu (curiosity) adalah sikap alamiah anak.

5. Kita memerlukan personalitas, yaitu orang-orang yang mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi bagi keberhasilan implementasi.
Referensi:

Hadi, S. 2005. Pendidikan Matematika Realistik dan Implementasinya. Banjarmasin: Tulip.

Hall, G.E. & Hord, S.M. 2001. Implementing change: patterns, principles, and potholes. Boston, MA: Allyn and Bacon.

Hoogland, K.. 2004. “Critical Success Factors For an Effective Implementation. A case study: PMRI”. Lecture at the Conference on the Recent Progress in Mathematics Education (CRPME), Bandung, September 6 – 9.


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s